Menulis brief aplikasi yang baik: template dan contoh
Oleh tim BosAi · · 8 menit baca
Cara menulis brief aplikasi yang jelas untuk AI maupun developer: bagian-bagian yang wajib ada, kesalahan umum, template yang bisa disalin, dan contoh brief lengkap.
Brief adalah jembatan antara isi kepala Anda dan aplikasi yang dibangun. Brief yang baik tidak harus panjang, tetapi harus menjawab pertanyaan yang akan diajukan oleh siapa pun yang membangunnya, baik developer maupun AI. Artikel ini memberi kerangka yang bisa langsung Anda pakai.
Lima bagian brief yang baik
1. Konteks usaha
Satu atau dua kalimat tentang usaha Anda: bergerak di bidang apa, seberapa besar, di mana. "Laundry kiloan dengan 2 cabang di Depok" sudah memberi banyak petunjuk tentang skala dan kebutuhan.
2. Pengguna dan perannya
Sebutkan semua orang yang akan memakai aplikasi dan apa yang boleh mereka lakukan. Ini bagian yang paling sering terlewat.
- Pelanggan: memesan, melihat status pesanannya sendiri.
- Kasir: mencatat transaksi, tidak boleh menghapus.
- Pemilik: melihat semua cabang dan laporan.
3. Alur utama
Ceritakan perjalanan satu transaksi dari awal sampai akhir. Gunakan urutan: pertama, lalu, setelah itu. Alur ini menjadi tulang punggung aplikasi.
4. Data yang perlu disimpan
Apa saja yang perlu dicatat? Nama dan nomor WhatsApp pelanggan, berat cucian, jenis layanan, harga, tanggal masuk dan selesai. Tidak perlu membuat tabel database; daftar biasa sudah cukup.
5. Aturan dan batasan
Aturan bisnis yang tidak boleh dilanggar: pembatalan maksimal H-1, stok tidak boleh minus, diskon hanya untuk member. Termasuk juga hal yang sengaja tidak Anda inginkan, misalnya "tidak perlu fitur chat".
Template brief yang bisa disalin
Usaha saya: [jenis usaha, lokasi, skala]. Masalah saat ini: [apa yang merepotkan]. Pengguna aplikasi: [peran 1: boleh apa], [peran 2: boleh apa]. Alur utama: pertama [..], lalu [..], setelah itu [..]. Data yang disimpan: [..]. Aturan penting: [..]. Pembayaran: [transfer / payment gateway / tidak ada]. Pemberitahuan: [WhatsApp / email / tidak perlu]. Yang tidak perlu: [..].
Contoh brief lengkap
Usaha saya rental kamera dan lensa di Yogyakarta dengan sekitar 40 unit alat. Saat ini pemesanan lewat chat dan sering terjadi dua orang memesan alat yang sama di tanggal yang sama. Pengguna: penyewa (melihat alat yang tersedia, memesan untuk tanggal tertentu, membayar DP), admin (mengonfirmasi pesanan, mencatat alat keluar dan kembali, mencatat denda keterlambatan), pemilik (melihat laporan pendapatan dan alat yang paling sering disewa). Alur: penyewa memilih alat dan tanggal, sistem mengecek ketersediaan, penyewa membayar DP 30% lewat transfer, admin mengonfirmasi, saat pengambilan admin mencatat kondisi alat, saat kembali admin mencatat dan menghitung denda bila terlambat. Aturan: satu alat tidak bisa disewa dua orang di tanggal yang sama, KTP penyewa wajib diunggah sebelum pemesanan pertama, denda per hari keterlambatan sama dengan harga sewa harian. Pemberitahuan WhatsApp H-1 sebelum tanggal kembali. Tidak perlu fitur ulasan.
Kesalahan umum
- Menyebut aplikasi lain tanpa menjelaskan bagian mana yang ditiru. "Seperti Gojek" bisa berarti seratus hal berbeda.
- Menuliskan solusi teknis, bukan kebutuhan. "Pakai database X" kurang berguna daripada "data harus bisa diekspor ke Excel".
- Lupa peran admin atau pemilik, sehingga tidak ada yang bisa mengelola data.
- Memasukkan semua ide sekaligus. Pisahkan yang wajib ada di versi pertama dari yang bisa menyusul.
- Tidak menyebut aturan pengecualian, misalnya apa yang terjadi bila pembayaran terlambat.
Wajib sekarang, bisa menyusul
Tandai setiap kebutuhan sebagai wajib untuk versi pertama atau bisa menyusul. Versi pertama yang kecil lebih cepat dicoba oleh pengguna sungguhan, dan masukan mereka biasanya mengubah prioritas Anda. Fitur yang menyusul bisa ditambahkan kemudian, satu per satu.
Setelah brief selesai
Brief bukan dokumen final. Di BosAi, brief Anda diubah AI menjadi Rancangan yang lebih rinci, lengkap dengan halaman dan data, dan BosAi menanyakan hal yang sering terlupa seperti cara pembayaran atau login sebelum membangun. Bacalah Rancangan itu dengan teliti: di sinilah salah paham paling murah untuk diperbaiki.